DINASTI EVERTS



 Harry memulai karir profesionalnya di Amerika Serikat pada tahun 1970. Ia mengendarai motor Puch 125 selama delapan putaran, dan memenangkan beberapa balapan di California. Usai mengikuti beberapa kompetisi tersebut, ia dikontrak Puch dari hasil perolehan prestasi yang diraihnya dalam dua tahun.

Bersama Puch, Harry berhasil meraih posisi ketiga dalam Kejuaraan Motocross Dunia 1974. Baru di tahun berikutnya, ia berhasil menjadi Juara Dunia Motocross di Kelas 250cc bersama Puch mengalahkan Hakan Andersson (Yamaha) dan Willy Bauer (Suzuki). Harry mengaku, ia sangat menyukai performa Puch.

Setelah melepas kebersamaannya dengan Puch, Harry dipinang Bultaco dengan kontrak dua tahun, pada 1977 dan 1978. Saat Harry melakukan perpanjangan kontrak berikutnya dengan Bultaco setelah dua tahun, pihak Bultaco mengabaikannya. Tidak lama,ia mendapat telegram dari bos tim Suzuki, Tuan Tamati, untuk menandatangani kontrak.

Bersama Suzuki, Harry berhasil memenangkan tiga kejuaraan dunia di kelas 125cc. Harry melakukan perjalanan bersama Suzuki hingga tahun 1985. Sempat akan gabung bersama Husqvarna, tapi batal akibat patah kaki.

Karir Harry Everts di kancah Kejuaraan Motocross Dunia diturunkan kepada sang anak, Stefan Everts. Stefan Everts berhasil meraih 10 kali Juara Dunia Motocross. Sepanjang karirnya, Stefan berhasil meraih Juara Dunia di Kelas 125cc pada 1991; Kelas 250cc pada 1995 hingga 1997; Kelas 500cc pada 2001 dan 2002; dan Kelas MXGP pada 2003 hingga 2006. Stefan kemudian pensiun pada akhir 2006 dan menjadi race director tim pabrikan KTM.

Seakan tak pernah berhenti, karir Harry Everts pun diturunkan kepada sang cucu, Liam Everts, yang tak lain adalah anak dari Stefan Everts.

Pembalap berusia 18 tahun ini memulai race pertamanya di MXGP Germany 2023, beberapa waktu lalu. Ia berhasil mencetak sejarah dengan memenangkan kelas MX2.






No comments:

Post a Comment